SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANA KAMI,JANGAN LUPA TINGGALKAN RECEHAN NYA GAN....wkwkwkwkwkkwkwwkwk

Jumat, 15 Februari 2013

TATA LINGKUNGAN DAN RECEHAN

Ya ALLAH....Luruskan Hamba jika memang apa yang menjadi pandangan hamba ini salah .
Saya hanya termenung melihat kebiadaban yang terjadi saat ini.ketika melihat pemerkosaan hak di depan mata,pelecehan norma dan etika yang entah saya juga tidak paham apakah masyarakat slama ini sadar atau tidak kalau mereka di bodohi dan mentah2 di telanjangi kenyamanan hidupnya.
Ini mungkinsatu celah yang mungkin terbuka sangat lebar bagi mereka slama ini.melihat masyarakat yang hanya diam,manggut dan selalu dengan senyum ke IYA an nya saja.


 Inilah sedikit potret masyarakat yang slama ini tidur lelap dengan ketidak berdayaan mereka slama ini .tidur dengan sekelompok lalat,dan hirupan udara yang berbau yang mereka nikmati dengan sangat lugunya.
Pantaskah ini ?????

Desa Situsari Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang.....
Hanya bagian kecil dan terkecil bahkan dari sekian juta masyarakat yang ada di kecamatan dan kabupaten.tapi bukan berarti kami tidak memiliki potensi atau sumbangsih bagi kemjuan negri ini.kami masih memiliki alam ,kami masih memiliki pesona yang setidaknya kalau tersentuh dan terkelola denga baik bukan mustahil bisa memberikan kontribusi bagi negri ini,minimal bisa mengurangi angka kemiskinan yang katanya menjadi prioritas dan progran unggulan bagi pelaku elite politik pemerintahan di negri ini.
Luas wilayah yang hanya kurang lebih 200 Ha,yang merupakan aset bagi kehidupan masyarakat kami kini terkontaminasi dengan adanya segelintir orang yang bisa menikmati keuntungan dan hasil sumber daya alam tersebut dan sangat menyedihkan keuntungan tersebut di dapat di tengah penderitaan masyarakat yang terusik kenyamanan hidupnya oleh lalat dan bau.


Di saat berbicara masalah kerugian,jelaslah sudah bahwa kami merupakan pihak yang sangat di rugikan.kerugian yang tidak bisa kami nilai dengan berapa jumlah uang atau materi yang di rugikan.lebih pada urusan moral kami merasa sangat tidak di hargai,sangat teraniaya dan terisolir oleh masalah ini.
Ketika kami dulu melihat desa yang kami banggakan ini asri,udaranya segar dan pemandangannya mempesona maka besar harapan kami suatu saat kelak anak cucu kami bisa memanfaatkan ini semua guna membangun negri ini.

Harapan kini tinggal hanya harapan,bagaimana tidak melihat kelangsungan anak cucu yang merupakan masa depan desa,masa depan negara saja kami merasa sangat was-was.apakah mereka bisa hidup sehat ? apakah mereka aman dengan lingkungannya saat ini ? apakah lalatdan bau merupakan prospek kesehatan yang ideal bagi masa depan kami ????

Ok...ini jelas kerugian bagi kami.
Sekarang di saat orang berbicara kerugian sudah menjadi hukum alam kalau ada pihak yang di rugikan pasti ada pihak yang di untungkan.
Lantas bagaimana hukum pemerintahan di negri ini mengatur permasalahan seperti ini ???
Saya garis bawahi di sini ada istilah yang di namakan KOMPENSASI .
Di sini kompensasi pun bukan merupakan proses tukar guling antara kerugian dan keuntungan.kompensasi hanya satu obat yang di harapkan bisa mengurangi rasa sakit.
dan yang saya tahu ketika suatu usaha di sini mempunyai dampak negative terhadap lingkungannya,pemerintah sudah mengaturnya dengan adanya aturan suatu perusahaan untuk mengeluarkan yang di sebut CSR ( Coorporate Social Responsibility )
Lantas ini di kemanakan ?
Perusahaan ternak ayam yang mempunyai populasi 150.000 ekor/musim yang berdampak sangat merugikan bagi kami ini sama sekali tidak ada satu point pun yang bisa kami nikmati timbal balik positifnya bagi kami .

Tragis memang...setelah saya telusuri permasalahan ini,.ternyata perusahaan tersebut mempunyai standar operasional yang menurut saya layak tapi pada kenyataan pelaku pelaku di lapangannya tidak menerapkan ini semua.bahkan nilai kompensasi yang seharusnya menjadi hak bagi kami slama ini pun msh saja di kebiri.
inikah yang di namakan keadilan ????

Janji saya...Demi Masyarakat Situsari tercinta saya akan tetap mengedepankan permasalahan ini sampai kapan pun sampai semuanya bisa sesuai dengan keharusannya.
Masalah Lingkungan,dan nilai martabat kami selaku warga akan tetap menjadi landasan yang akan terus saya perjuangkan walau ini mungkin tidak di dukung oleh pihak pemerintahan setempat atau tokoh masyarakat yang lainnya saya tidak peduli.

Harga Mati bagi kami untuk hidup nyaman...ini jaman kemerdekaan yang bukan jamannya lagi kita merasa resah atau tidak nyaman.

Sekali lagi saya juga berharap agar pemerintahan dari mulai tingkat kecamatan dan kabupaten untuk bisa melihat dan mendengar permasalahan ini dan ikut meluruskan hak hak masyarakat kami di Situsari.Dinas terkait dan instansi2 yang berkepentingan dengan permasalahan ini mari kita buka mata dan bekerja dengan landasan PRO RAKYAT...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar